Kota Ponorogo yang damai dan jauh dari keramaian, akhir-akhir ini ramai dengan demontrasi. Dimulai dengan aksi kawan-kawan HMI pada tanggal 06 Mei, aksi gabungan HMI, PMII pada tanggal 19 Mei, kawan-kawan IRM dan AMM Ponorogo pada tanggal 21 Mei, dan akhirnya kemarin ( 22/05/08 ) kawan-kawan yang tergabung dalam Gerakan Eksekutif mahasiswa POnorogo (GEMAPO) melakukan aksi demontrasinya di depan Pendopo Kabupaten.
Tujuan mereka turun ke jalan tak lain tak bukan adalah untuk menentang kenaikan BBM. Disamping itu mereka juga mengkritik pembangunan dan sarana prasarana pendidikan dan kesehatan di kota ponorogo ini. Kota ponorogo terlihat megah dengan gedung pemerintahannya yang bertingkat sembilan, tetapi jalan-jalan di desa-desa kecil hancur tak terawat. Pembangunan Rumah Sakit yang megah, tapi apa….yang bisa menjangkau hanya masyarakat kalangan menengah keatas. Sedangkan masyarakat kalangan menengah kebawah hanya bisa gigit jari saja.
Dalam demo GEMAPO ini, hampir saja terjadi bentrok antara aparat keamanan dan para demonstran. Para mahasiswa menginginkan bertemu dengan bupati untuk mendengar bagaimana pendapat bupati dengan kenaikan BBM ini. Namun beliau tidak mau berdialog dengan para mahasiswa dengan alasan yang terlihat dibuat-buat yaitu tidak adanya perjanjian terlebih dahulu.
Yach….walaupun akhirnya target untuk berdialog dengan bupati tidak tercapai, tapi masih ada hikmah yang bisa kita ambil dari aksi ini. Yaitu tumbuhnya kembali kesadaran mahasiswa ponorogo dengan keadaan masyarakat bawah. Slogan mahasiswa sebagai agen of change masih melekat kuat di dada mereka.
Walau aksi mahasiswa ini tidak sepenuhnya disetujui oleh masyarakat, karena mereka menganggap aksi ini hanya sia-sia belaka. Terbukti BBM akhirnya naik juga pada hari ini. Tapi setidaknya aksi itu adalah sebuah bentuk kepedulian mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi rakyat.
Menengok dari solusi pemerintah dengan program BLTnya saya kira bukan menjadi jalan keluar yang baik. Menko Kesra Aburizal Bakrie boleh saja berpendapat bahwa angka kemiskinan akan turun Karen rakyat kan menerima bantuan tunai langsung (BLT) plus, yaitu sembako dan uang tunai . tapi mustahil uang Rp 100.000,- plus sembako bisa mengentaskan sebuah kelurga dari kemiskinan. Alih-alih program itu malah menjadi boomerang bagi pemerintah. Disamping data masyarakat miskin yang dipakai adalah data tahun 2005 yang diragukan keabsahannya saat ini, juga program ini mengajarkan masyarakat Indonesia untuk berpangku tangan mengharap belas kasihan dari Negara. Yang pada akhirnya malah merepotkan Negara ini lagi.
BLT ibarat sebuah permen yang manis dimulut. Tapi tidak mengenyangkan saat dimakan apalagi menyehatkan.
*note:
syukron bwt mas azaxs,iphe and rosi yang udah ngajakin demo.
buat temen-temen aktifis ayo maju terus lawan tirani di negeri ini



Posted by langitjiwa on May 24, 2008 at 4:46 am
Selamat Berjuang,sobat!
Posted by Rita on May 24, 2008 at 6:06 am
Kalau gedung pemerintahan yg bertingkat 9, rumah sakit elite untuk kenyamanan segala lapisan masyarakat tanpa kecuali, bagus…tp kalau kenyataannya hanya buat golongan menengah ke atas…. mang harus / pantas di “demo”…….
Mengenai BBM….. blom tau mau ngomong apa ya…..
Btw selamat berjuang !!!, semoga suksesss…..
Posted by shaffiyah on May 24, 2008 at 9:17 am
HIDUP MAHASISWA!!!
jangan ampe anarki yach aksinya…
MAHASISWA—–IDEALIS
Posted by Sawali Tuhusetya on May 24, 2008 at 10:00 am
meski belum sepenuhnya membuahkan hasil, demo mahasiswa yang bener2 murni ingin melakukan perubahan sangat perlu dilakukan, mas dafhy, utk menyuarakan nilai2 kemanusiaan mayarakat pinggiran yang selama ini nyaris tak bergaung di senayan.
Posted by Farhan on May 24, 2008 at 3:38 pm
Melihat berita di tv saya sangat trenyuh hingga menitihkan airmata. Suara rakyat tiada didengar lagi. Kawan-kawan mahasiswa hingga mati-matian menyuarakan suara rakyat. Tapi yg lebih ironis, kenapa wakil rakyat yg shrusny menyuarakannya malah tutup telinga?
Posted by astridsavitri on May 25, 2008 at 8:32 am
masuk ke sistem atau menolaknya, cuma itu pilihannya!
berdemontrasi adalah cara mengingatkan bhw ada yg salah dlm sistem
salut buat semua yg berkorban waktu dan tenaga utk mengoreksi sistem
(tapi gak salut bwt yg menjadikannya ajang pamer kekuatan, siapaun itu!)
Posted by Rahma on May 26, 2008 at 1:00 am
jangan patah semangat ya.
perjalanan masih panjang.
Posted by azaxs on May 26, 2008 at 1:21 am
Wah.. mosting GEMAPO juga… itu kan foto editanku yang sampean pasang.. hayo.. hehe..
Yup.. Smangat!!!
Posted by achoey sang khilaf on May 26, 2008 at 5:40 am
demo demi rakyat
demo anti anarkis
sobat mahasiswa
hati2 jangan sampai terpancing propokasi !
hidup mahasiswa
Posted by tukangobatbersahaja on May 26, 2008 at 8:09 am
Bejuang melawan kemiskinan dan kebodohan.
DEMO STOP KEMISKINAN
salam kenal
Posted by hanggadamai on May 27, 2008 at 4:24 am
wah intelektualitas mahasiswa disni semakin berkurang..
Posted by kaudanaku on May 27, 2008 at 9:57 am
met berjuang dik. ati2 ada penyusupan alias provokator ya……
BLT bagaikan ikan. bukankah lebih bermanfaat jika rakyat diberikan kail daripada ikan?*
Posted by maminya vaya on May 27, 2008 at 2:28 pm
Sy setuju klo dibilang BLT itu buat org jd tambah malas. Skrg aja banyak org malas, apalagi klo dibantu?
Posted by W|ZnU on May 28, 2008 at 1:15 am
BBM naek, pengeluaran bertambah, pendapatan harus ikut bertambah juga klo gak . . .
Posted by gamma on May 28, 2008 at 5:53 am
pemerintahan negeri ini udah terlalu sangat bobrok..ga kan beres walo di’delete’ satu generasi pun..smoga perjuangan teman2 smua bisa sedikit mengetuk nurani mereka yang udah mati rasa itu..